Prediksi Tren Interior 2018

Prediksi Tren Interior 2018

Panduan Untuk Desain Rumah Yang Trendi di Tahun 2018

Desain adalah sesuatu yang selalu berkembang dengan siklus yang terus berputar. Maka, tidak jarang desain yang dulunya banyak diminati kembali menjadi populer di jaman sekarang. Dari tahun ke tahun, para ahli terus mencoba memprediksi tentang tren desain yang akan populer di masa depan. Hal yang sama juga dilakukan oleh para ahli desain interior. Semua berlomba-lomba untuk menebak desain apa yang akan menjadi pilihan masyarakat.

Nestudio merangkum beberapa tren yang diprediksi akan menjadi populer di tahun 2018. Mari kita simak rangkumannya berikut ini.

 

1. Pantone Color of the Year: Ultraviolet

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Pantone, sebuah perusahaan yang menjadi pionir dan patokan dalam hal warna dalam desain, mengeluarkan sebuah warna yang dianggap sebagai warna untuk tahun itu. Pemilihan ini dilakukan melalui proses dan seleksi yang ketat dengan pertimbangan dan masukan ahli dari berbagai spektrum desain. Di tahun 2018, warna yang dipilih adalah Ultraviolet. Dikutip dari laman web Pantone sendiri, Ultraviolet adalah sebuah warna turunan ungu yang cerah dan bersifat provokatif.

Warna ini dipilih untuk merepresentasikan pemikiran visioner yang mengarah ke masa depan. Ultraviolet menjadi simbol untuk mengekspresikan diri sebagai seorang individu. Dalam desain interior, Pantone menganjurkan warna ini untuk digunakan pada accent wall untuk menjadi highlight dalam ruangan. Jika ultraviolet terlalu tajam untukmu, turunan warna yang lebih soft seperti lilac dan lavender dapat menjadi alternatif untuk Anda.

 

2. Desain Tone on Tone

Tone on tone layering menjadi salah satu prediksi dari East Anglian Daily Times dan House Beautiful untuk tren yang akan populer di tahun 2018. Bagi penyuka gaya minimalis, teknik dekoratif ini dapat menjadi pilihan untuk rencana renovasi ruang di tahun yang baru ini. Tone on tone adalah teknik menumpuk warna yang masih berada dalam satu spektrum warna, namun bermain di saturasi antara objek dengan latar belakang. Teknik ini dapat menciptakan kedalaman dan kontras dalam ruang tanpa perlu menggunakan banyak warna yang bertabrakan.

Kebanyakan orang menggunakan nuansa warna yang lebih gelap untuk latar belakang, kemudian menempatkan furnitur dan objek dekorasi dengan warna sama yang memiliki nuansa lebih cerah. Perbedaan warna antara latar belakang dan objek dalam teknik tone on tone biasanya halus, namun tetap dapat ditangkap oleh mata, sehingga secara keseluruhan, tampilan ruang tampak seamless. Pilih warna favorit Anda dan aplikasikan dalam hunian !

 

3. Greenery

Penggunaan tanaman sebagai dekorasi rumah menjadi rekomendasi dari South China Morning Post dan PopSugar sebagai tren yang akan diminati di tahun 2018. Banyak manfaat yang bisa Anda dapatkan dari tanaman! Selain dapat menjadi dekorasi yang dapat membuat ruangan tampak lebih organik, tanaman juga dapat membantu menyegarkan ruang dan memperbaiki sirkulasi udara. Jika kamu memiliki jendela, letakkan tanaman di sebelah jendela untuk menambah produksi oksigen dalam hunian. Dari segi harga, tanaman juga termasuk sebagai dekorasi yang dapat kamu miliki tanpa harus merogoh kocek yang besar.

Tren tanaman pun terus bergerak. Setelah euforia tanaman gelombang cinta, sekarang tanaman yang populer adalah succulent, kaktus, dan Monstera deliciosa. Masing-masing tanaman ini dapat disusun dengan berbagai macam cara. Untuk Succulent dan kaktus, tren yang sedang digemari adalah bentuk terrarium dan tanaman gantung. Sementara untuk Monstera deliciosa, ditanam di pot tradisional atau dipotong dan diletakkan dalam vas bening menjadi pilihan desain yang banyak disukai.

Begitulah prediksi tren desain 2018 yang dapat dirangkum Nestudio dari berbagai sumber. Apakah ada tren yang ingin Anda coba? Atau Anda lebih suka bereksplorasi dengan desain di luar prediksi ini? Apapun pilihan Anda, tentunya pilihan dekorasi menjadikan hunian Anda sarang yang nyaman untuk beristirahat dan beraktivitas.